Saturday, July 12, 2014

IDE BISNIS : Sosis Tempe Raup Rp 30 Juta Per Bulan

Widy Jantiko

Siapa tak kenal sosis? Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang digemari masyarakat Indonesia khususnya anak-anak. Rasanya gurih dan kenyal mirip seperti bakso. Sosis adalah makanan yang terbuat dari daging atau ikan yang telah dicincang dan dihaluskan serta diberi bumbu, rempah-rempah dan bahan-bahan lainnya yang kemudian dibungkus dalam selonsong berbentuk bulat panjang, baik yang terbuat dari usus hewan maupun pembungkus buatan (casing).

Sosis yang sering kita makan selama ini dibuat dari bahan yang bersumber dari bahan hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, daging ikan, daging kelinci dan lain-lain. Tapi bisakah jika sosis dibuat dari bahan nabati?. Pertanyaan ini telah dijawab oleh sejumlah mahasiswa yang aktif di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa (PPKM) Faerumnesia Fakultas Pertanian UGM dengan menghadirkan produk inovasi baru dunia sosis yaitu “Sosis Tempe”.

Bukan sebuah alasan yang ngawur jika tempe mampu disulap menjadi sosis. Tempe dapat dijadikan sosis dengan alasan bahwa protein kedelai yang merupakan bahan baku tempe, bersifat hidrofolik sehingga mampu menyerap dan menahan air, dapat membantu pembentukkan emulsi dan dapat membentuk selaput atau film, membentuk gel, mempunyai daya rekat yang tinggi dan bersifat pengentai.

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia (Rukmana, 2001). Pembuatan sosis tempe memiliki prospek yang baik mengingat banyaknya konsumsi tempe di tanah air, sehingga membuka peluang usaha untuk mengolah tempe menjadi aneka makanan olahan yang lebih variatif dan menarik seperti sosis tempe ini.

Tempe adalah sumber protein dalam pembuatan sosis tempe. Tempe merupakan makanan yang kaya manfaat diantaranya adalah melancarkan pencernaan, mempunyai gizi yang tinggi, zat gizinya mudah diserap dalam tubuh, mengandung zat yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, sebagai senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas, mempunyai sifat dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Darwin, 1995).
Tempe bisa menjadi bahan dasar sosis. Produk ini sangat cocok bagi vegetarian atau orang yang diet kolesterol.
Penjualan pun melimpah karena harga jual yang tentunya lebih murah. Pengusaha sosis tempe bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan.

Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang memiliki banyak penggemar. Selama ini kita sering mendapati makanan ini berbahan daging sapi atau ayam. Namun, kini bermunculan produk sosis rasa lokal dengan bahan dasar dari tempe.

Sebagai bentuk variasi makanan, tempe bisa juga menjadi bahan baku sosis. Kedelai yang merupakan bahan baku tempe bersifat hidrofolik. Kedelai mampu menyerap dan menahan air, membentuk selaput, membentuk gel, mempunyai daya rekat tinggi, dan bersifat pengental.

Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Alhasil, sosis tempe juga punya prospek cerah.
Untuk membuat sosis tempe, bahan-bahan yang dipersiapkan yaitu:
  1. Tempe
  2. Putih telur
  3. Air es
  4. Tepung tapioka
  5. Minyak jagung.
  6. Bumbu-bumbu ( Bawang putih 0,44 gram, garam 2,50 gram, gula pasir 0,68 gram, lada )
Cara Pembuatan :
  1. Timbang tempe  71,38 gram lalu dipotong-potong menjadi beberapa potongan kecil, lalu dihaluskan dengan cara digiling atau ditumbuk.
  2. Masukkan 37,5 gram putih telur, bumbu, air es 7,3 gram dan juga tepung tapioka 7,5 gram.
  3. Tuangkan 28,62 gram minyak jagung ke dalam campuran bahan sambil diaduk-aduk hingga menjadi adonan yang menyerupai pasta.
  4. Masukkan adonan itu ke dalam casing (selongsong) sepanjang 10 cm lalu diikat ujungnya dengan benang erat-erat.
  5. Setelah itu, sosis tempe dimasak. Pemasakan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perebusan, pengukusan, pengasapan, pemasakan secara kering dengan menggunakan oven serta kombinasi dari cara-cara tersebut. Penggunaan asap pada pemasakan terutama bertujuan untuk memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas dan mencegah oksidasi.
  6. Sosis tempe yang telah jadi kemudian didinginkan dan dikemas menggunakan plastik tipis khusus untuk membungkus sosis. Sosis dikemas dengan sistem kedap udara sehingga tidak ada organisme yang masuk dan bisa memperlama daya tahan sosis.
Menurut Ayu Safitri, pemilik The Sozzis, kendati tak menggunakan bahan pengawet, sosis tempe buatannya memiliki daya tahan yang lama. Saat pembuatan, sosis tempe juga melalui proses pengasapan. Tujuannya, memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas, dan mencegah oksidasi.

Nah, setelah dibungkus dengan plastik tipis, sosis tempe dikemas dengan sistem kedap udara. Cara ini untuk menghindari masuknya organisme dan bisa memperpanjang daya tahan sosis. “Sosis tempe menjadi pilihan makanan bergizi tinggi sehingga anggapan tempe sebagai makanan kelas bawah akan terhapuskan,” kata Ayu.

Dengan harga jual Rp 2.000 per potong, Ayu bisa menjual 500 potong The Sozzis tiap hari. Alhasil, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 30 juta sebulan. Sosis tempe The Sozzis telah tersebar di Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, hingga Jakarta.

Selain Ayu, tujuh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, juga mengembangkan produk sosis tempe. Sejak pertengahan 2009, mereka yang tergabung dalam Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa membuka Outlet Sehat di Kota Gudeg itu.

Maula Paramitha, salah satu pemilik Outlet Sehat, mengklaim bahwa sosis tempenya sehat karena bebas kolesterol. Sebagai pembungkus sosis, mereka menggunakan adonan telur. Adonan telur itu dikeraskan hingga teksturnya benar-benar menyerupai usus sapi yang sering menjadi kulit sosis. “Jadi, secara keseluruhan benar-benar bebas daging sehingga cocok bagi vegetarian,” ujar Maula.

Sosis tempe memang mengincar pasar dari kalangan vegetarian dan konsumen yang sedang berdiet daging. Sama seperti The Sozzis, sosis tempe buatan mahasiswa UGM ini juga berharga Rp 2.000 per buah.


Sumber : kompas.com, bisnisukm.com
Sumber gambar : bisnisukm.com

Dapatkan artikel IDE BISNIS lainnya di Portal Wirausaha Indonesia, silakan klik http://jpmi.or.id